P-CHE: Transformasi Digital Mahasiswa dari Konsumen menjadi Produsen Karya Edukatif
- Project
- Collaborative
- Heutagogy
MENGAPA P-CHE?
Tiga pilar dengan ikon:
Project
Collaborative
Heutagogy
Statistik/Dampak:

Sintak P-CHE (6 fase)
Vivamus suscipit tortor eget felis porttitor volutpat. Donec sollicitudin molestie malesuada. Curabitur arcu erat, accumsan id imperdiet et.
Orientasi Mandiri & Penentuan Tujuan
Perumusan Proyek & Pembagian Peran
Eksplorasi Mandiri & Kolaboratif
Produksi Proyek Edukatif
Presentasi & Peer Review
Refleksi & Evaluasi
INTEGRASI TRIPLE-PEDAGOGY YANG SISTEMATIS
HOLISTIC AND INTEGRATIVE ASSESSMENT MULTIDOMAIN
TRANSFORMASI DIGITAL PRODUKTIF (DARI KONSUMEN MENJADI PRODUSEN)
PENGUATAN D4C SKILLS SECARA TERUKUR DAN BERKELANJUTAN





Frequently asked questions
Tiga hal utama yang membedakan P-CHE:
Integrasi eksplisit ketiga pendekatan – Tidak hanya PjBL, tetapi juga kolaborasi terstruktur (bukan sekadar kerja kelompok) dan heutagogy (kemandirian belajar tingkat tinggi)
Sistem Holistic and Integrative Assessment – Menilai tiga domain belajar (kognitif, afektif, psikomotorik) secara simultan melalui mekanisme assessment as learning dan assessment for learning
Fokus pada transformasi digital – Mengarahkan aktivitas digital mahasiswa dari konsumtif menjadi produktif melalui penciptaan karya edukatif digital
Model P-CHE dirancang khusus untuk mahasiswa perguruan tinggi, terutama dalam konteks:
Mata kuliah yang membutuhkan kreativitas dan produksi karya
Program studi pendidikan
Pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital
Kelas dengan karakteristik mahasiswa yang aktif secara digital namun cenderung konsumtif
Tidak. Meskipun dikembangkan dalam konteks mata kuliah Pembelajaran IPA SD, model P-CHE bersifat adaptif dan dapat diterapkan pada berbagai mata kuliah, terutama yang:
Memerlukan proyek sebagai output pembelajaran
Dapat memanfaatkan media digital
Membutuhkan kolaborasi antar mahasiswa
Mendorong kemandirian belajar
Silahkan mulai
Dosen/Instruktur
Mahasiswa



